Skip to main content

Pertanyaan yang Inginku Jawab Pasti, Tapi Tak Pernah Kucari Tahu

Sebagian Kecil Pertanyaan yang Inginku Jawab dengan Pasti, tetapi Tidak Pernah Kucari Tahu Jawabannya Kenapa aku hidup? Jika hari ini aku malas, apakah sudah ditentukan oleh Tuhan? Apakah orang-orang menjengkelkan mengetahui bahwa mereka semenjengkelkan itu? Benarkah sesuatu yang tepat datang diwaktu yang tepat? Atau itu hanya alasan bagi orang yang tidak mau berusaha? Jika besok diumumkan bahwa matahari menghilang dari bumi, apa yang akan kulakukan? Mengapa aku sangat takut akan hari esok? Dengan kondisi apakah aku mati? Mengapa cinta mendebarkan bagi sebagian besar orang, padahal bagiku itu menjadi hal yang menakutkan? Mengapa dimataku orang yang jatuh cinta terlihat sangat bodoh? Mengapa selalu ada manusia yang sangat tertarik dengan kehidupanku sampai perubahan-perubahan kecil yang padahal tidak pernah disadari sekalipun olehku? Jika suatu saat aku bisa pergi menjelajah waktu, mengapa aku sangat ingin merubah masa laluku? Jika ada seseorang yang datang kepadaku dan menawarkan untuk...

Bicarain MANTAN (Desembernya MANTAN)

Hulaaaa,,,Desember

Minggu ini merupakan minggu sibuk karena besok senin sudah mulai UAS. Mulai dari mempelajari lagi materi, nyari materi yang hilang, terus memahami materi yang belum dimengerti, memahami rumus, mencari soal latihan, baca-baca buku dll. Untungnya tugas sudah beres. Bagi yang mengirim pesan dan belum sempat dibalas, mohon dimaklumi ya.

Kali ini dalam rangka liburan dulu dari job-job di atas. Hari ini kebetulan ingin bahas tentang mantan. Ya karena ada suatu hal yang menarik untuk dilewatkan. Menurut KBBI MANTAN  adalah bekas pemangku jabatan (kedudukan). Kalau Nathannya Salma, MANTAN yaitu “Manis diingatan”. Kalau kata matematika mantan adalah bagian yang tidak terdefinisikan atau 0/0 yang artinya tak tentu (aapasih).

Kemarin salah satu kawan bilang kalau mantan akan menikah, 'kapan nyusul?', katanya. Ya  2 Desember kemarin dia menikah. Ketika buka Facebook, dipost awal teman membagikan ulang sebuah undangan untuk mengajak seluruh alumni hadir. Awalnya lupa-lupa ingat dengan nama yang tertera di undangan, tapi akhirnya sadar ternyata benar itu mantan.

Lucu juga melihat orang yang pernah disayang akhirnya menikah. Tapi ya begitulah kehidupan kita gak bakalan bisa ramal-ramalan siapa yang bakalan bersanding sama kita nanti. Selamat menempuh hidup baru Tan, semoga sakinah mawadah warahmah. First time melihat mantan menikah rasanya lucu.

Oh iya mantan yang brengsek kemarin sedang monthsarryan. Makin lucu sekali hidup. Ternyata setengah mothsarryannya adalah pengkhianatan. Kasihan pasangannya. Tapi malah sangat bersyukur, karena itulah jalannya itulah takdirnya. Gabisa dong kita memaksakan jodoh gak bisa kita mempercepat jodoh, gak bisa kita memperlamban jodoh, karena jodoh datang diwaktu yang tepat. 

Seperti yang dikatakan Elsa di novelnya Boy Candra , “bukannya trauma sama cinta cuma, takut pilih cinta yang salah”. Tiba-tiba ada yang bertanya sama,  “kapan lagi mau buka hati lagi Ca?". Jawaban adalah sampai suatu saat nanti ada yang meyakinkan bahwa pengkhianatan, kesedihan tidak akan terjadi lagi. 

Satu lagi pertanyaan “Kapan nyusul nikah Ca?” I want to married but it’s not my priority. Perjalanan masih panjang. Nikah itu bukan ganti status doang loh. Ya, masih senang juga main dengan teman, masih senang juga dekat dengan keluarga dan kini sendiri merupakan kebahagiaan yang melebihi apapun. 

Makasih untuk barisan para mantan yang pernah melambungkan  perasaan, yang pernah mengisi hari-hari, semoga kita selalu berada lindungan Tuhan. Rasa terimakasih ini disampaikan karena mengingat bahwa daun yang jatuh pun tidak pernah membenci angin. Doakan saja semoga tidak pernah dipertemukan lagi dengan orang seperti kalian, karena menunggu itu juga usaha. Menunggu seseorang itu elok, kita terus berdiri setia. Sekali dia datang tidak ada lagi menunggu. Bersabar itu menakjubkan karena kita terus berharap dan berdoa, sekali masanya tiba tiada lagi yaitu jawaban dan kepastian. Tidak akan keliru bagi orang-orang yang paham (kutipan Tere Liye)

Sebagai ucapan terakhir, ada sajak Tere Liye yang judulnya “Sendiri” dalam buku Dikatakan atau tidak Dikatakan itu tetap Cinta.     

Tidakah kita memperhatikan                                  Jangan-jangan purnama yang bercahaya indah itu, ternyata kesepian

Menatap kita dari atas sana, dalam lenggang sendirian

Tidakkah kita memperhatikan
Jangan-jangan gunug kokoh berdiri menjulang itu, ternyata kesepian
Menatap kita dari puncaknya, dalam senyap sendirian

Tidakkah kita mengamati
Jangan-jangan hidup orang besar, yang gemerlap diperhatikan banyak orang
Yang menjadi bahan pembicaraan, yang begitu memesona, begitu hebat
Ternyata, kesepian sendirian

Maka bersyukurlah yang memiliki keluarga
Memiliki teman-teman baik
Boleh jadi kita bulan purnama dalam hidup ini
Kitalah gunung kokoh bagi mereka
Dikelilingi orang-orang yang menyayangi kita
Dan kita menyayangi mereka.

Jadi ya intinya gitu, renungkanlah. Sudah dulu ah mau kembali belajar. 

Yua ahh bye!

Comments

  1. Srius mantan nikah ca?? ? Si eta bukan???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan yang itu wkwk, kalo yang itumah aku bakalan dateng 🤣

      Delete

Post a Comment

Boleh Komentar, sekedar informasi untuk menambah wawasan.

Popular posts from this blog

Pertanyaan yang Inginku Jawab Pasti, Tapi Tak Pernah Kucari Tahu

Sebagian Kecil Pertanyaan yang Inginku Jawab dengan Pasti, tetapi Tidak Pernah Kucari Tahu Jawabannya Kenapa aku hidup? Jika hari ini aku malas, apakah sudah ditentukan oleh Tuhan? Apakah orang-orang menjengkelkan mengetahui bahwa mereka semenjengkelkan itu? Benarkah sesuatu yang tepat datang diwaktu yang tepat? Atau itu hanya alasan bagi orang yang tidak mau berusaha? Jika besok diumumkan bahwa matahari menghilang dari bumi, apa yang akan kulakukan? Mengapa aku sangat takut akan hari esok? Dengan kondisi apakah aku mati? Mengapa cinta mendebarkan bagi sebagian besar orang, padahal bagiku itu menjadi hal yang menakutkan? Mengapa dimataku orang yang jatuh cinta terlihat sangat bodoh? Mengapa selalu ada manusia yang sangat tertarik dengan kehidupanku sampai perubahan-perubahan kecil yang padahal tidak pernah disadari sekalipun olehku? Jika suatu saat aku bisa pergi menjelajah waktu, mengapa aku sangat ingin merubah masa laluku? Jika ada seseorang yang datang kepadaku dan menawarkan untuk...

Hari Pahlawan?

                                                         Okey di hari sabtu menuju minggu ini baru beres nyetrika dan perawatan, bukan ke salon atau sebagainya. Cuma sekedar maskeran wajah dan rambut. Terus vidcall dengan temen cuma buat untuk mendiskusikan tugas kampus. Sebenernya ini banyak banget tugas, tapi yaampun cobaannya buat ngerjain tugas ada aja. Sebagai manusia yang moodyan jadi ya begitulah, mood hari ini sedang tidak baik. Oh ya hari kemaren kebetulan ikut seminar nasional menghadapi generasi 4,0, so what? This title very familiar zaman now . Jadi cara kita buat menghadapi masa-masa dimana semua pekerjaan akan berganti dengan robot ditambah Indonesia rentang tahun 2025-2030 akan menghadapi puncak dari bonus demografi. Ya tentunya kita harus mempersiapkan sepenuhnya agar kita tidak terkena dampak dari semua itu. Kalau d...

Pengakuan (Hati berbicara)

Publishan kali   ini diberi judul dengan pengakuan, mengapa demikian? Karena perasaan ketika menulis blog kemarin lebih mengedepankan rasionalitas, bukan fakta sebenarnya. Sekarang adalah waktunya. Mari untuk ungkap kebenaran yang ada dengan membiarkan hati untuk berbicara. Bukan untuk mengungkit, hanya sekedar terapi dan  memastikan fase accepted ( publishan selanjutnya akan menjelaskan apa itu fase accepted). intinya fase terakhir dari masa kesedihan. Beberapa waktu sebelumnya belum berani untuk kembali menceritakan ini. Tapi kali ini, dipersilahkan pada hati untuk berbicara. Seperti sebelumnya kalian tahu kesedihan ini dimulai dari harusnya melepaskan seseorang. Tulisan sebelumnya mungkin sudah menjadi pengantar cerita. Let me making clear now . Okay, sebelum semuanya berakhir, sebenarnya satu fakta kedekatan dia dengan seseorang telah ada. Tidak penting sumber beritanya dari mana, karena yang perlu diketahui bahwa itu fakta. Berita itu sampai ke telinga tepat ...