Skip to main content

Pertanyaan yang Inginku Jawab Pasti, Tapi Tak Pernah Kucari Tahu

Sebagian Kecil Pertanyaan yang Inginku Jawab dengan Pasti, tetapi Tidak Pernah Kucari Tahu Jawabannya Kenapa aku hidup? Jika hari ini aku malas, apakah sudah ditentukan oleh Tuhan? Apakah orang-orang menjengkelkan mengetahui bahwa mereka semenjengkelkan itu? Benarkah sesuatu yang tepat datang diwaktu yang tepat? Atau itu hanya alasan bagi orang yang tidak mau berusaha? Jika besok diumumkan bahwa matahari menghilang dari bumi, apa yang akan kulakukan? Mengapa aku sangat takut akan hari esok? Dengan kondisi apakah aku mati? Mengapa cinta mendebarkan bagi sebagian besar orang, padahal bagiku itu menjadi hal yang menakutkan? Mengapa dimataku orang yang jatuh cinta terlihat sangat bodoh? Mengapa selalu ada manusia yang sangat tertarik dengan kehidupanku sampai perubahan-perubahan kecil yang padahal tidak pernah disadari sekalipun olehku? Jika suatu saat aku bisa pergi menjelajah waktu, mengapa aku sangat ingin merubah masa laluku? Jika ada seseorang yang datang kepadaku dan menawarkan untuk...

Ke Yogya jenguk Mantan

Hai!

Sudah hampir tidak menulis hingga satu bulan karena sangat sibuk. Sebenarnya sekarang sedang ada di kereta yang akan menuju Bandung. Ada apa menuju Bandung? Bukan kok, bukan jenguk mantan. Sudah terlalu basi. Sebelumnya selamat datang untuk bulan Maret, semoga menjadi bulan berkah dan semoga bulan yang baik untuk semua manusia di muka bumi, yang di luar bumi maaf ya tidak didoain.

Maret adalah bulan pelancongan dan bulan banyak tragedi. Tanggal 20 kemarin berangkat ke UGM untuk workshop KBMI (Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia). Oke kita mulai cerita awal kenapa bisa ikut workshop KBMI. Sekitar seminggu sebelum keberangkatan ada link yang kawan kirim lewat WA, link untuk pendaftaran workshop ke UGM bagi mahasiswa dengan syaratnya melalui proses seleksi oleh universitas. Oke, karena cukup menarik, dan tentunya juga karena ada kawan yang ikut, akhirnya memutuskan untuk mendaftar.
 
Persyaratannya adalah harus membuat nouble porpose. Nouble porpose yang sesuai dengan visi dan misi hidup. Setelah berpikir beberapa menit, akhirnya tercipta:

“Membuka lapangan kerja dan memberi kesempatan khusus bagi masyarakat ekonomi lemah tanpa pandang ijazah sehingga terwujud perataan ekonomi yang cita-citakan bangsa”

Kenapa begitu? Karena banyak orang yang tidak dapet pekerjaan, kalau saja ada orang yang bisa buka lapangan pekerjaan dan mempekerjakan mereka dengan pekerjaan yang layak, mereka akan bisa memperbaiki ekonomi mereka bukan?

Singkat cerita hari jumat sebelum keberangkatan, keluar hasil seleksi dan rupanya lolos. Sebenernya tidak begitu berharap. Karena  yang ikut adalah yang sebelumnya ikut workshop kewirausahaan. Pada akhirnya pada tanggal 20 Maret berangkat bersama yang lainnya sebanyak 59 orang termasuk kawan yang ngajak buat daftar, dia lolos. 

Di Yogya banyak banget ilmu tentang entrepreneur. Sebenarnya seminarnya tersebut diberikan untuk prepare lomba KBMI sehingga isinya bagaimana menjadi pengusaha sukses walaupun masih muda. Ini juga pertama kalinya masuk UGM, karena kalo ye Yogya ya paling lewat saja. 

Hal paling banget menyentuh adalah ketika sebelum acara diputar video kegiatan anak UGM yang bersosialisasi ke masyarakat dan anak-anak. Terharu sekali. Merasa malu sama diri sendiri, orang lain begitu sangat peduli dengan lingkungan sedangkan diri hanya punya rasa kasihan. Menyesal sekali kemarin buang-buang waktu untuk galau. Mengasihani diri yang lemah ini. 

Setelah seminar dan sharing, semuanya berakhir pukul 18.00. Kemudian lanjut shalat magrib dan isya lalu pergi ke Malioboro. Ini adalah hal kedua paling menarik ketika ke Yogya kemarin. Terakhir ke Malioboro adalah ketika PMB UIN Kalijaga, dan ini kesempatan emas buat berkunjung ke tempat kenangan itu kembali. Sebenernya tidak ada kejadian yang begitu berkesan di Malioboro, tapi entah kenapa setiap ke kota Yogya ada hal yang membuat terkagum-kagum. Seperti ada sesuatu di Yogya. Menyesal sekali kenapa dulu UIN Yogya dicampakkan.

Di Malioboro tidak belanja, hanya jalan-jalan dan berhenti ketika ada musik jalanan semacam musik angklung dan konser kecil dari band-band Yogya. Bahagia sekali. Ya sesekali juga mengambil foto bareng kawan. Akhirnya pukul 23.00 waktunya pulang kembali ke Tasikmalaya karena esoknya ada UTS.

Ini adalah hal yang paling menyedihkan ketika harus berpisah dengan Yogya dan kembali realita. Intinya banyak sekali hal-hal yang buat tersentuh, dan membuat motivasi diri ketika di Yogyakarta. Coba deh bagi kalian terkhusus yang sedang di rundu pilu, datang aja ke Yogyakarta baik sendirian atau bersama kawan. Coba amati, nikmati perjalanannya banyak hal yang musti kita syukuri dalam hidup. 

Sudah dulu ya, cerita tentang kenapa sekarang ada di kereta menuju Bandung itu lain kali. Karena belum ada cerita yang harus diceritakan toh juga baru berangkat. intinya ini perjalanan berarti dan buka untuk jenguk mantan wkwkw.

Sampai bertemu di cerita selanjutnya.

Semoga Maret mu bukan Indomaret wkwk


Comments

Popular posts from this blog

Pertanyaan yang Inginku Jawab Pasti, Tapi Tak Pernah Kucari Tahu

Sebagian Kecil Pertanyaan yang Inginku Jawab dengan Pasti, tetapi Tidak Pernah Kucari Tahu Jawabannya Kenapa aku hidup? Jika hari ini aku malas, apakah sudah ditentukan oleh Tuhan? Apakah orang-orang menjengkelkan mengetahui bahwa mereka semenjengkelkan itu? Benarkah sesuatu yang tepat datang diwaktu yang tepat? Atau itu hanya alasan bagi orang yang tidak mau berusaha? Jika besok diumumkan bahwa matahari menghilang dari bumi, apa yang akan kulakukan? Mengapa aku sangat takut akan hari esok? Dengan kondisi apakah aku mati? Mengapa cinta mendebarkan bagi sebagian besar orang, padahal bagiku itu menjadi hal yang menakutkan? Mengapa dimataku orang yang jatuh cinta terlihat sangat bodoh? Mengapa selalu ada manusia yang sangat tertarik dengan kehidupanku sampai perubahan-perubahan kecil yang padahal tidak pernah disadari sekalipun olehku? Jika suatu saat aku bisa pergi menjelajah waktu, mengapa aku sangat ingin merubah masa laluku? Jika ada seseorang yang datang kepadaku dan menawarkan untuk...

ASAL USUL JADI ATLET

BK PORDA 2017 Dari cerita sebelumnya sudah sedikit menyinggung mengenai profil sebagai atlet. Ya, menjadi seorang mahasiswi pendidikan matematika disalah satu kampus di Tasikmalaya yang dijejali dengan rumus, konsep dan angka, kini sekaligus mempunyai pekerjaan sebagai atlet.  Sejak SD matematika adalah pion diri. Dimulai dengan mengikuti ajang olimpiade hingga SMP yang sebenarnya tidak pernah menang. Namun pengalaman tersebut memberikan peluang untuk menerima beasiswa bersekolah disalah satu  Boarding School di Tasikmalaya. Sejak MA kesempatan bertanding melalui matematika telah sirna dan bersiap berubah haluan ke Fisika. Entahlah dari kehilangan peluang karena ada yang lebih unggul atau lambat laun ternyata Fisika juga membuat jatuh cinta. Fisika lebih mengajarkan untuk mensyukuri hidup, memehami gejala alam yang sebelumnya tidak pernah diperhatikan. Matematika telah menjadi urutan kedua. Singkatnya, ketika bertanding untuk kursi kuliah, universitas dengan jurusan fisika t...

Kisah Oktober

by iccasn Tahun ini adalah saatnya menginjak semester 3 alias tingkat 2. Tulisan ini dibuat entah akan menjadi curhat atau sedikit berbagi pengalaman. Tiga belas September kemarin adalah saat bertambahnya umur menjadi 19 tahun. Salah satu teman berkata bersiaplah untuk mengahadapi masalah yang tidak pernah terpikirkan. Percaya tidak percaya itu adalah kebenaran. Tahun ini juga adalah kesempatan untuk ikut menjadi atlet diajang pertandiangan Pekan Olahraga Daerah Se-Jabar yang diselenggarakan 4 tahun sekali. Dimana seharusnya hati dalam keadaan prima, namun hidup nyatanya tidak semulus sutra. Sudah hampir sekitar 5 tahun kiranya. Hubungan yang sengaja dibangun dengan jarak. Iya, dia berada di Jatinangor Bandung sejak beberapa waktu yang lalu. Meski berada dalam angkatan yang sama, usianya satu tahun lebih tua. Tapi untuk kuliah dia terpaut lebih muda karena gagal ditahun pertama.  Mari kita mulai ceritanya. Entah percaya tidak percaya, bulan Oktober menjadi bulan yang paling memiluk...