Skip to main content

Pertanyaan yang Inginku Jawab Pasti, Tapi Tak Pernah Kucari Tahu

Sebagian Kecil Pertanyaan yang Inginku Jawab dengan Pasti, tetapi Tidak Pernah Kucari Tahu Jawabannya Kenapa aku hidup? Jika hari ini aku malas, apakah sudah ditentukan oleh Tuhan? Apakah orang-orang menjengkelkan mengetahui bahwa mereka semenjengkelkan itu? Benarkah sesuatu yang tepat datang diwaktu yang tepat? Atau itu hanya alasan bagi orang yang tidak mau berusaha? Jika besok diumumkan bahwa matahari menghilang dari bumi, apa yang akan kulakukan? Mengapa aku sangat takut akan hari esok? Dengan kondisi apakah aku mati? Mengapa cinta mendebarkan bagi sebagian besar orang, padahal bagiku itu menjadi hal yang menakutkan? Mengapa dimataku orang yang jatuh cinta terlihat sangat bodoh? Mengapa selalu ada manusia yang sangat tertarik dengan kehidupanku sampai perubahan-perubahan kecil yang padahal tidak pernah disadari sekalipun olehku? Jika suatu saat aku bisa pergi menjelajah waktu, mengapa aku sangat ingin merubah masa laluku? Jika ada seseorang yang datang kepadaku dan menawarkan untuk...

Ar U Have いきがい?

Konnichiwa! Apakabar semuanya? Lama banget deh kayanya gak publish. I wish we allways fun ok?

Karena sekarang w udah memasuki umur 20 tahun, mari kita bicara ke hal yang agak penting. Seseorang pernah bilang “ nih kalau udah masuk ke usia 20 tahun tuh rasanya bingung gajelas gitu, pokonya gabisa dijelasin deh harus ngalamin sendiri”. Ya w yang pada saat itu still 19 th, it’s so very excessive for me. Karena 19 ke 20 itu just different one year, how one people change his mind just a moment?

Tetapi nyatanya ya, itu semua terjadi. U will see yourself get up in the morning without enthusiasm, u will think your future more often than before. Dan intinya what his tell to me become true, dari sana i give time to self to think. What happen to me? After it, i know  ini adalah keresahan fase umur 20 tahun. Keresahan apakah kita nanti akan hidup seperti apa yang kita ingingkan? Apakah nanti kita akan hidup bahagia?

Keresahan terus membayangi, but i can’t still sit in this phase but i harus cari jalan keluar. Setelah membaca dan mengamati i get some points untuk direnungkan  while in this phase, it this.. U must know  what you love? What u ar good at? What you can be paid for? What the world needs? Dan semua ini adalah elemen dari Ikigai

What the mind of Ikigai?

Dalam sebuah Journal of Happiness Studies yang dipublikasikan oleh Shintaro Kono istilah “iki- gai” muncul dalam literatur klasik Jepang dan telah digunakan untuk waktu yang lama (Goto & Kamada, 1960). 

Dalam penelitian pada 2001 penulis Akihiro Hasegawa seorang profesor klinis menempatkan kata Ikigai dalam bahasa sehari-hari Jepang Ikigai terdiri dari dua kata yaitu “Iki" yang berarti kehidupan dan “Gai” yang berarti nilai. Sehingga khalayak orang mengartikan bahwa Ikigai adalah motivasi untuk hidup, karena memiliki arti mirip dengan memiliki “tujuan hidup ”dan alasan untuk hidup sedangkan dalam kamus paling otoritatif di Jepang, rasa ikigai digambarkan sebagai “sukacita dan rasa kesejahteraan dari hidup” dan “menyadari nilai dari hidup”. 

Sederhananya sih Ikigai itu “apa alasan yang membuat u bangun dipagi hari?”. Emang kenapa sih harus ada Ikigai di orang Jepang? Karena notabennya orang Jepang itu adalah pekerja keras berangkat pagi pulang larut, mereka selain menjalani rutinitas yang cukup membosankan haruslah mempunyai ssuatu arti alam hidupnya. Dalam sebuah Journal Psychosomatic Medicine yang dipublikasikan oleh Toshimasa Ssatu dkk menyebutkan bahwa orang Jepang yang memiliki Ikigai cenderung akan berumur panjang dan terhidar dari berbagi penyakit berat, dan sebaliknya orang yang tidak memiliki Ikigai mereka cenderung meninggal karena kelelahan bekerja dan terjangkit berbagai penyakit.

Meskipun Ikigai itu berada dalam budaya Jepang, namun peneliti dari Amerika mengatakan bahwa konsep Ikigai bisa dipakai di dalam budaya lain.

 Jadi?

Setelah ditambah juga nonton video youtobenya Gita Sav tentang Ikigai, w lebih mengerti tentang elemen Ikigai dan how i get out in anxiety phase dan mulai menjawab dari pertanyaan dari elemen Ikigai yang telah disebutin diatas. Like..

What you love?
Dengan bisa jawab pertanyaan ini, bisa bantu kita buat menentukan passion dan mission hidup kita sesuai apa yang kita cintai. Karena cinta itu bukan perihal tentang cinta pada pasangan saja guys.

What you ar good at?
Dengan bisa jawab pertanyaan ini, kita akan tahu apa yang kita sukai dan ahli didalamnya. Sehingga kita bisa mempersiapkan dan menjalani hidup sesuai dengan lingkungan yang telah kita persiapkan. Atau lebih sederhananya sih profesi yang kita cintai dan  kita cocok didalamnya.

What you can get paid for?
Pertanyaan ini berhubungan sama timbal balik dengan hal yang telah kita kerjakan. Selain pekerjaan atau hal yang kita kerjakan dengan rasa suka, kita harus punya timbal balik didalamnya. Meskipun gak semua timbal balik itu berupa uang ya.

What the world need?
Nah ini point yang paling penting menurut w, karena dengan kita dibutuhkan oleh dunia. Kita bakalan bermanfaat bagi banyak orang, dan itu bagi w adalah kebahagiaan yang gak bisa dibayar sama uang.

Kayanya kepanjangan deh ya? Tapi kein problem, semoga bermanfaat! Satu hal lagi yang mau w sampaikan, kebahagian dan kesuksesan itu subjektif dan setiap orang memiliki parameter yang berbeda tetapi dalam mencapai semua itu butuh something yang membuat u mencapai semuanya yang tidak lain adalah cintai diri, kerja keras, doa dan temukan Ikigai u!
Jangan lupa tinggalkan comment ya !

Sumber:

SsatuT Toshima, dkk. Sense of Life Worth Living (Ikigai) and Mortality in Japan: Ohsaki Study. Psychosomatic Medicine 70: 709 -715 (2008).

Ishida Riichiro, dkk. Purpose in Life/Ikigai and Moderate Exercise may Prevent and Improve Violent Behavior: with Consideration of the Traits of Neurotransmitters and Hormones. British Journal of Medicine & Medical Research 3 (4): 802-810, 2013.

Ishida Riichiro, dkk. Purpose in Life (Ikigai), a Frontal Lobe Function, Is a Natural and Mentally Healthy Way to Cope with Stress. Psychology2012. Vol.3, No.3, 272-276.

Kono Shintaro. Theorizing Ikgai or  Life Worth Living Among Japanese University Students: A Mixed-Methods Approach. Journal of Happiness Studies. https://doi.org/10.1007/s10902-019-00086-x.

Nurazizah Icha.My Experience ;)


Comments

Popular posts from this blog

Pertanyaan yang Inginku Jawab Pasti, Tapi Tak Pernah Kucari Tahu

Sebagian Kecil Pertanyaan yang Inginku Jawab dengan Pasti, tetapi Tidak Pernah Kucari Tahu Jawabannya Kenapa aku hidup? Jika hari ini aku malas, apakah sudah ditentukan oleh Tuhan? Apakah orang-orang menjengkelkan mengetahui bahwa mereka semenjengkelkan itu? Benarkah sesuatu yang tepat datang diwaktu yang tepat? Atau itu hanya alasan bagi orang yang tidak mau berusaha? Jika besok diumumkan bahwa matahari menghilang dari bumi, apa yang akan kulakukan? Mengapa aku sangat takut akan hari esok? Dengan kondisi apakah aku mati? Mengapa cinta mendebarkan bagi sebagian besar orang, padahal bagiku itu menjadi hal yang menakutkan? Mengapa dimataku orang yang jatuh cinta terlihat sangat bodoh? Mengapa selalu ada manusia yang sangat tertarik dengan kehidupanku sampai perubahan-perubahan kecil yang padahal tidak pernah disadari sekalipun olehku? Jika suatu saat aku bisa pergi menjelajah waktu, mengapa aku sangat ingin merubah masa laluku? Jika ada seseorang yang datang kepadaku dan menawarkan untuk...

Hari Pahlawan?

                                                         Okey di hari sabtu menuju minggu ini baru beres nyetrika dan perawatan, bukan ke salon atau sebagainya. Cuma sekedar maskeran wajah dan rambut. Terus vidcall dengan temen cuma buat untuk mendiskusikan tugas kampus. Sebenernya ini banyak banget tugas, tapi yaampun cobaannya buat ngerjain tugas ada aja. Sebagai manusia yang moodyan jadi ya begitulah, mood hari ini sedang tidak baik. Oh ya hari kemaren kebetulan ikut seminar nasional menghadapi generasi 4,0, so what? This title very familiar zaman now . Jadi cara kita buat menghadapi masa-masa dimana semua pekerjaan akan berganti dengan robot ditambah Indonesia rentang tahun 2025-2030 akan menghadapi puncak dari bonus demografi. Ya tentunya kita harus mempersiapkan sepenuhnya agar kita tidak terkena dampak dari semua itu. Kalau d...

Pengakuan (Hati berbicara)

Publishan kali   ini diberi judul dengan pengakuan, mengapa demikian? Karena perasaan ketika menulis blog kemarin lebih mengedepankan rasionalitas, bukan fakta sebenarnya. Sekarang adalah waktunya. Mari untuk ungkap kebenaran yang ada dengan membiarkan hati untuk berbicara. Bukan untuk mengungkit, hanya sekedar terapi dan  memastikan fase accepted ( publishan selanjutnya akan menjelaskan apa itu fase accepted). intinya fase terakhir dari masa kesedihan. Beberapa waktu sebelumnya belum berani untuk kembali menceritakan ini. Tapi kali ini, dipersilahkan pada hati untuk berbicara. Seperti sebelumnya kalian tahu kesedihan ini dimulai dari harusnya melepaskan seseorang. Tulisan sebelumnya mungkin sudah menjadi pengantar cerita. Let me making clear now . Okay, sebelum semuanya berakhir, sebenarnya satu fakta kedekatan dia dengan seseorang telah ada. Tidak penting sumber beritanya dari mana, karena yang perlu diketahui bahwa itu fakta. Berita itu sampai ke telinga tepat ...