Skip to main content

Pertanyaan yang Inginku Jawab Pasti, Tapi Tak Pernah Kucari Tahu

Sebagian Kecil Pertanyaan yang Inginku Jawab dengan Pasti, tetapi Tidak Pernah Kucari Tahu Jawabannya Kenapa aku hidup? Jika hari ini aku malas, apakah sudah ditentukan oleh Tuhan? Apakah orang-orang menjengkelkan mengetahui bahwa mereka semenjengkelkan itu? Benarkah sesuatu yang tepat datang diwaktu yang tepat? Atau itu hanya alasan bagi orang yang tidak mau berusaha? Jika besok diumumkan bahwa matahari menghilang dari bumi, apa yang akan kulakukan? Mengapa aku sangat takut akan hari esok? Dengan kondisi apakah aku mati? Mengapa cinta mendebarkan bagi sebagian besar orang, padahal bagiku itu menjadi hal yang menakutkan? Mengapa dimataku orang yang jatuh cinta terlihat sangat bodoh? Mengapa selalu ada manusia yang sangat tertarik dengan kehidupanku sampai perubahan-perubahan kecil yang padahal tidak pernah disadari sekalipun olehku? Jika suatu saat aku bisa pergi menjelajah waktu, mengapa aku sangat ingin merubah masa laluku? Jika ada seseorang yang datang kepadaku dan menawarkan untuk...

Am I Cursed? (Apakah Aku Dikutuk?)

Hari ini turun hujan, 

matahari tidak menampakan batang hidungnya. Kipas angin tidak berputar seperti hari kemarin, udaranya sudah cukup dingin. Tidak ada hal besar untuk dilakukan, hanya terlentang dengan harap hari cepat berlalu. Semoga hari esok akan lebih baik dari hari ini.

Pada nyatanya itu semua tidak terjadi, hari ini sama saja dengan hari kemarin. Hanya nasi goreng yang spesial, hidup ini nyatanya tidak. Banyak sekali hal yang tidak bisa dimengerti dalam hidup. Dimana semakin dipikirkan rasanya hanya akan bertemu dengan jurang tanpa dasar.

Setiap orang memang mempunyai kapasitas akan dirinya masing-masing, dimana sebagian besar dari mereka tidak menyadari hal tersebut. Mereka berjalan kokoh, bermimpi tanpa bangun, membual tentang banyak hal, percaya bahwa masa depan sedang duduk manis menunggu, tanpa mengetahui tujuan sebenarnya dalam hidup mereka itu apa.

Pernahkah selintas kalian berpikir merasa salah untuk memilih jalan hidup? Kalau pernah, apa yang kalian pikirkan? Apakah kalian akan berpikir,

“Sebenarnya dimana semua ini bermula?”

“Keputusan seperti apa yang pernah dijalani, hingga pada akhirnya seperti ini?”

“Kehidupan seperti apa yang pernah dijalani, hingga pada akhirnya berujung seperti ini?”

“Bisakah diperbaiki?”

“Sudahlah jalani saja!”

“Apakah salah memilih jalan hidup itu hanya omong kosong? Kamu mungkin sedang tidak percaya diri saja!”

Semakin dewasa terlalu banyak hal yang perlu disadari. Pesimis bukanlah hal yang baik, tapi terlalu optimis seperti halnya sedang memupuk bom yang bisa meledak dikemudian hari. Suatu saat diri sangat semangat untuk melakukan hal apapun, namun beberapa saat kemudian hanya termenung dan bertanya,

What i’m doing? Am I doing right?”

Berpikir banyak memang akan melatih otak, tapi kalau jadi banyak pikiran rasanya hanya membuat kepala akan menjadi pecah. Tapi itulah yang terjadi. Beberapa kata bijak melintas didepan mata, tapi rasanya hanya mampu dinikmati untuk mengindahkan penglihatan saja. 

Adakah kawan yang sedang mengalami hal yang serupa? Di umur 19 hal pertama yang dilakukan adalah menulis Ikigai di depan buku catatan penting (notebook),

What i’m need?

What i’m love?

What i’m good at?

What i can get paid for?

What the world need?

Yang sekarang rasanya hanya meninggalkan tinta saja. Benar Tuhan sangat pandai membolak-balikan hati hambanya. But actually  it’s not God’s fault, it’s just self-depravity

Am I cursed? Tell me!



 

Comments

Popular posts from this blog

Pertanyaan yang Inginku Jawab Pasti, Tapi Tak Pernah Kucari Tahu

Sebagian Kecil Pertanyaan yang Inginku Jawab dengan Pasti, tetapi Tidak Pernah Kucari Tahu Jawabannya Kenapa aku hidup? Jika hari ini aku malas, apakah sudah ditentukan oleh Tuhan? Apakah orang-orang menjengkelkan mengetahui bahwa mereka semenjengkelkan itu? Benarkah sesuatu yang tepat datang diwaktu yang tepat? Atau itu hanya alasan bagi orang yang tidak mau berusaha? Jika besok diumumkan bahwa matahari menghilang dari bumi, apa yang akan kulakukan? Mengapa aku sangat takut akan hari esok? Dengan kondisi apakah aku mati? Mengapa cinta mendebarkan bagi sebagian besar orang, padahal bagiku itu menjadi hal yang menakutkan? Mengapa dimataku orang yang jatuh cinta terlihat sangat bodoh? Mengapa selalu ada manusia yang sangat tertarik dengan kehidupanku sampai perubahan-perubahan kecil yang padahal tidak pernah disadari sekalipun olehku? Jika suatu saat aku bisa pergi menjelajah waktu, mengapa aku sangat ingin merubah masa laluku? Jika ada seseorang yang datang kepadaku dan menawarkan untuk...

Hari Pahlawan?

                                                         Okey di hari sabtu menuju minggu ini baru beres nyetrika dan perawatan, bukan ke salon atau sebagainya. Cuma sekedar maskeran wajah dan rambut. Terus vidcall dengan temen cuma buat untuk mendiskusikan tugas kampus. Sebenernya ini banyak banget tugas, tapi yaampun cobaannya buat ngerjain tugas ada aja. Sebagai manusia yang moodyan jadi ya begitulah, mood hari ini sedang tidak baik. Oh ya hari kemaren kebetulan ikut seminar nasional menghadapi generasi 4,0, so what? This title very familiar zaman now . Jadi cara kita buat menghadapi masa-masa dimana semua pekerjaan akan berganti dengan robot ditambah Indonesia rentang tahun 2025-2030 akan menghadapi puncak dari bonus demografi. Ya tentunya kita harus mempersiapkan sepenuhnya agar kita tidak terkena dampak dari semua itu. Kalau d...

Pengakuan (Hati berbicara)

Publishan kali   ini diberi judul dengan pengakuan, mengapa demikian? Karena perasaan ketika menulis blog kemarin lebih mengedepankan rasionalitas, bukan fakta sebenarnya. Sekarang adalah waktunya. Mari untuk ungkap kebenaran yang ada dengan membiarkan hati untuk berbicara. Bukan untuk mengungkit, hanya sekedar terapi dan  memastikan fase accepted ( publishan selanjutnya akan menjelaskan apa itu fase accepted). intinya fase terakhir dari masa kesedihan. Beberapa waktu sebelumnya belum berani untuk kembali menceritakan ini. Tapi kali ini, dipersilahkan pada hati untuk berbicara. Seperti sebelumnya kalian tahu kesedihan ini dimulai dari harusnya melepaskan seseorang. Tulisan sebelumnya mungkin sudah menjadi pengantar cerita. Let me making clear now . Okay, sebelum semuanya berakhir, sebenarnya satu fakta kedekatan dia dengan seseorang telah ada. Tidak penting sumber beritanya dari mana, karena yang perlu diketahui bahwa itu fakta. Berita itu sampai ke telinga tepat ...