Skip to main content

Pertanyaan yang Inginku Jawab Pasti, Tapi Tak Pernah Kucari Tahu

Sebagian Kecil Pertanyaan yang Inginku Jawab dengan Pasti, tetapi Tidak Pernah Kucari Tahu Jawabannya Kenapa aku hidup? Jika hari ini aku malas, apakah sudah ditentukan oleh Tuhan? Apakah orang-orang menjengkelkan mengetahui bahwa mereka semenjengkelkan itu? Benarkah sesuatu yang tepat datang diwaktu yang tepat? Atau itu hanya alasan bagi orang yang tidak mau berusaha? Jika besok diumumkan bahwa matahari menghilang dari bumi, apa yang akan kulakukan? Mengapa aku sangat takut akan hari esok? Dengan kondisi apakah aku mati? Mengapa cinta mendebarkan bagi sebagian besar orang, padahal bagiku itu menjadi hal yang menakutkan? Mengapa dimataku orang yang jatuh cinta terlihat sangat bodoh? Mengapa selalu ada manusia yang sangat tertarik dengan kehidupanku sampai perubahan-perubahan kecil yang padahal tidak pernah disadari sekalipun olehku? Jika suatu saat aku bisa pergi menjelajah waktu, mengapa aku sangat ingin merubah masa laluku? Jika ada seseorang yang datang kepadaku dan menawarkan untuk...

Malnutrisi Tugas Siapa?

Apa itu Malnutrisi?

Malnutrisi adalah istilah umum untuk suatu kondisi medis dimana adanya ketidak seimbangan  diantara pengambilan makanan dengan kebutuhan gizi untuk mempertahankan kesehatan. Hal ini terjadi karena gizi yang salah yaitu asupan gizi yang terlalu sedikit atau gizi yang berlebih dari kebutuhan tubuh.

Pada umumnya kekurangan gizi sering dikaitkan dengan kemiskinan di negara-negara berkembang. Di Indonesia sendiri  jenis malnutrisi yang terjadi yaitu jenis kekurangan energi protein yang menyebabkan kwashiorkor, marasmus dan marasmik-kwashiorkor.

Malnutrisi pada anak akan mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangannya, karena pada usia ini zat-zat yang sangat diperlukan untuk membentuk tubuh yang sehat dan mental yang kuat.

Selain itu malnutrisi yang terjadi pada anak-anak akan berdampak ketika menginjak usia dewasa. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas), secara nasional terdapat 35,6 % balita yang mengalami kekurangan gizi sehingga tidak tumbuh sempurna yaitu stunting.

Apa itu Stunting?

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Menurut UNICEF, stunting diklasifikasikan sebagai persentase anak-anak usia 0 hingga 59 bulan, dengan tinggi dibawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO.

Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi, diantaranya pola pengasuhan gizi kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum mas kehamilan serta setelah melahirkan.

Stunting bukan hanya terhambat pertumbuhan fisiknya (pendek atau kerdil) saja, melainkan terhambat juga perkembangan otaknya. Sehingga dapat dilihat bahwa malnutrisi sangat berdampak terhadap kesehatan mental dan otak seorang anak.

Bagaimana Kasus Stunting di Indonesia?

WHO menetapkan toleransi stunting maksimal 20 % dari seluruh jumlah balita. Sementara di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta mengalami stunting atau sekitar 35,6%. Sebanyak 18,5 % tercatat sangat pendek dan 17,1% kategori pendek.

Ini menyebabkan WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk. Stunting tertinggi terdapat di wilayah Sulawesi Tengah dengan jumlah 16,9 % dan terendah di Sumatra Utara dengan 7,2 %.

Bagaimana Kasus Stunting di Tasikmalaya?

Kepala bidang kesehatan dan pengendalian penduduk Kabupaten Tasikmalaya Dadan Hamdani mengungkapkan, angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya cukup tinggi. Hingga memasuki akhir September 2019 tercatat 33,8 %.

39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya terdapat dua kecamatan yang angka stuntingnya tinggi yaitu kecamatan salawu dan sukarame. Untuk Kota Tasikmalaya sendiri tercatat 32% dari 808.506 jumlah penduduk mengalami stunting.

Meski tahun ini di Jawa Barat kasus stunting menurun menjadi 29,2 %, namun hal ini dapat mencerminkan bahwa kondisi asupan gizi yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya khususnya sangat memprihatinkan, disisi lain pengetahuan masyarakat terhadap asupan gizi seimbang dapat dikatakan kurang.

Memangnya bagaimana Pedoman Umum Gizi Seimbang yang seharusnya?

Gizi seimbang adalah prinsip pengkonsumsian makanan harian yang didasarkan pada angka dan kecukupan jenis dan jumlah zat gizi sesuai karakter (usia, jenis kelamin dan fungsi fisiologis) dan memerhatikan 4 pilar gizi seimbang.

4 pilar gizi seimbang ini meliputi mengkonsumsi makanan beragam, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik dan mempertahankan dan memantau berat badan normal. Harus diketahui bahwa terdapat perbedaan prinsip gizi seimbang dengan prinsip 4 sehat 5 sempurna.

Prinsip 4 sehat 5 sempurna hanya menekan pada lima jenis makanan yaitu makanan pokok, lauk-pauk, sayur, buah dan susu, ketika 5 jenis makanan tersebut telah dikonsumsi maka prinsip tersebut telah dipenuhi.

Namun seiring perkembangan zaman dan permasalahan gizi, prinsip ini sudah tidak relevan. Makanan gizi seimbang tidak hanya cukup memperhatikan lima kehadiran jenis makanan tersebut melainkan juga perlu mencukupi jenis dan jumlah zat gizi sesuai usia dan fisiologis.

Lalu Malnutrisi Tugas Siapa?


Malnutrisi merupakan permasalahan yang cukup kompleks, menangani malnutrisi bukanlah tentang peran Menteri Kesehatan atau pun Dinas Kesehatan. Masalah malnutrisi adalah masalah kita semua sebagai manusia yang masih hidup terutama status mahasiswa yang dikenal sebagai
the agen of change.

7,8 juta kasus stunting yang diakibatkan oleh malnutrisi tidak semerta-merta hanya dapat ditangani oleh dua tangan pemerintah. Harus banyak insan yang bersedia mengulurkan tangan, harus banyak ilmu yang disalurkan dan harus banyak mata dan hati yang ikhlas terbuka.

Status gizi buruk yang telah ditetapkan oleh WHO kepada Ibu Pertiwi harus segera dilengserkan. Bukankah kita sudah sadari bersama bahwa balita saat ini adalah cerminan masa depan Indonesia?

Mari kita bantu wujudkan mengakhiri segala bentuk macam malnutrisi di Indonesia pada tahun 2030. Baik itu dengan lebih melek dengan kasus malnutrisi di Indonesia, dengan ikut menjadi relawan mengentas malnutrisi atau dengan cara lain sesuai dengan fashion kita.

“Membangun gizi berarti membangun keceriaan dan kesehatan karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, mari ciptakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)”

Created: (5.04.20)

Comments

Popular posts from this blog

Pertanyaan yang Inginku Jawab Pasti, Tapi Tak Pernah Kucari Tahu

Sebagian Kecil Pertanyaan yang Inginku Jawab dengan Pasti, tetapi Tidak Pernah Kucari Tahu Jawabannya Kenapa aku hidup? Jika hari ini aku malas, apakah sudah ditentukan oleh Tuhan? Apakah orang-orang menjengkelkan mengetahui bahwa mereka semenjengkelkan itu? Benarkah sesuatu yang tepat datang diwaktu yang tepat? Atau itu hanya alasan bagi orang yang tidak mau berusaha? Jika besok diumumkan bahwa matahari menghilang dari bumi, apa yang akan kulakukan? Mengapa aku sangat takut akan hari esok? Dengan kondisi apakah aku mati? Mengapa cinta mendebarkan bagi sebagian besar orang, padahal bagiku itu menjadi hal yang menakutkan? Mengapa dimataku orang yang jatuh cinta terlihat sangat bodoh? Mengapa selalu ada manusia yang sangat tertarik dengan kehidupanku sampai perubahan-perubahan kecil yang padahal tidak pernah disadari sekalipun olehku? Jika suatu saat aku bisa pergi menjelajah waktu, mengapa aku sangat ingin merubah masa laluku? Jika ada seseorang yang datang kepadaku dan menawarkan untuk...

ASAL USUL JADI ATLET

BK PORDA 2017 Dari cerita sebelumnya sudah sedikit menyinggung mengenai profil sebagai atlet. Ya, menjadi seorang mahasiswi pendidikan matematika disalah satu kampus di Tasikmalaya yang dijejali dengan rumus, konsep dan angka, kini sekaligus mempunyai pekerjaan sebagai atlet.  Sejak SD matematika adalah pion diri. Dimulai dengan mengikuti ajang olimpiade hingga SMP yang sebenarnya tidak pernah menang. Namun pengalaman tersebut memberikan peluang untuk menerima beasiswa bersekolah disalah satu  Boarding School di Tasikmalaya. Sejak MA kesempatan bertanding melalui matematika telah sirna dan bersiap berubah haluan ke Fisika. Entahlah dari kehilangan peluang karena ada yang lebih unggul atau lambat laun ternyata Fisika juga membuat jatuh cinta. Fisika lebih mengajarkan untuk mensyukuri hidup, memehami gejala alam yang sebelumnya tidak pernah diperhatikan. Matematika telah menjadi urutan kedua. Singkatnya, ketika bertanding untuk kursi kuliah, universitas dengan jurusan fisika t...

Kisah Oktober

by iccasn Tahun ini adalah saatnya menginjak semester 3 alias tingkat 2. Tulisan ini dibuat entah akan menjadi curhat atau sedikit berbagi pengalaman. Tiga belas September kemarin adalah saat bertambahnya umur menjadi 19 tahun. Salah satu teman berkata bersiaplah untuk mengahadapi masalah yang tidak pernah terpikirkan. Percaya tidak percaya itu adalah kebenaran. Tahun ini juga adalah kesempatan untuk ikut menjadi atlet diajang pertandiangan Pekan Olahraga Daerah Se-Jabar yang diselenggarakan 4 tahun sekali. Dimana seharusnya hati dalam keadaan prima, namun hidup nyatanya tidak semulus sutra. Sudah hampir sekitar 5 tahun kiranya. Hubungan yang sengaja dibangun dengan jarak. Iya, dia berada di Jatinangor Bandung sejak beberapa waktu yang lalu. Meski berada dalam angkatan yang sama, usianya satu tahun lebih tua. Tapi untuk kuliah dia terpaut lebih muda karena gagal ditahun pertama.  Mari kita mulai ceritanya. Entah percaya tidak percaya, bulan Oktober menjadi bulan yang paling memiluk...